0
Dikirim pada 15 Juni 2013 di My Duty

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Sekolah

:

SMP 3 KUDUS

Mata Pelajaran

:

Pendidikan Agama Islam

Kelas   /Semester

:

VIII/1

Alokasi Waktu

:

2 X  40 menit ( 1 pertemuan)

Tahun Ajaran

:

2013/2014

Standar Kompetensi

:

7. Memahami macam-macam sujud

Kompetensi Dasar

:

 7.1. Menjelaskan pengertian sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah

Indikator

:

7.1.1. Menjelaskan pengertian sujud syukur

              7.1.2. Menjelaskan pengertian sujud sahwi

7.1.3. Menjelaskan pengertian sujud tilawah

 

 

  1. Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat mamahami sujud yukur, sahwi dan tilawah dengan membaca dan mengartikan dalilnya.

 

  1. Materi Ajar
  1. Pengertian Sujud Syukur

Pengertian sujud syukur adalah sujud yang dilakukan seseorang karena mendapatkan nikmat dari Allah swt. Atau terhindar dari suatu bencana.

 

Syarat melakukan sujud syukur adalah

  1. Suci dari segala najis di badan
  2. Menutup aurat
  3. Menghadap Kiblat

 

Sujud syukur hanya dilakukan satu kali diluar salat karena tidak berhubungan dengan salat. Sebagai muslim hendaknya kita membiasakan diri untuk melakukan sujud syukur karena melatih seseorang untuk berterima kasih atas pemberian Allah swt.

 

Allah swt. Berfirman:

øŒÎ)ur šc©Œr's? öNä3š/u‘ ûÈõs9 óOè?öx6x© öNä3¯Ry‰ƒÎ—V{ ( ûÈõs9ur ÷LänöxÿŸ2 ¨bÎ) ’Î1#x‹tã ӉƒÏ‰t±s9 ÇÐÈ  

 Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".(QS. Ibrahim/14:7).

Ayat di atas menjelaskan bahwa sebesar apapun nikmat yang diberikan Allah swt. Kepada kita harus disyukuri. Karena Allah swt. Telah berjanji akan memberi kelebihan dari nikmat yang kita dapat. Akan tetapi, apabila kita tidak mensyukurinya maka Allah swt. Akan murka dan memberikan azab bagi orang-orang yang mengingkarinya.[1]

 

  1. Pengertian Sujud Sahwi

Dari segi bahasa,sahwi berarti lupa sesuatu. Secara syarak sahwi berarti terlupa sesuatu dalam salat, Jadi, yang dimaksud sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan dua kali setelah selesai bacaan tahiyat akhir dan sebelum salam. Sujud sahwi dilakukan untuk menutupi kekurangan dalam dalam pelaksanaan salat karena lupa[2]. Hukum mengerjakan sujud sahwi adalah sunnah[3]

Nabi Muhammad saw bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ابْنِ بُحَيْنَةَ قَالَ صَلَّى لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ مِنْ بَعْضِ الصَّلَوَاتِ ثُمَّ قَامَ فَلَمْ يَجْلِسْ فَقَامَ النَّاسُ مَعَهُ فَلَمَّا قَضَى صَلَاتَهُ وَنَظَرْنَا تَسْلِيمَهُ كَبَّرَ فَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ قَبْلَ التَّسْلِيمِ ثُمَّ سَلَّمَ  (رواه مسلم)

Dari Abdillah bin buhainah berkata, Rasulullah salat hanya dua rokaat daripada sebagian salat bersama-sama kami (dalam riwayat yang lain pula Nabi melakukan dua rakaat daripada salat duhur), kemudian terus bangun dan tidak duduk, lalu sahabat pun turut bangun bersama Nabi, tatkala Nabi mengakhiri salat kami pun menantikan salamnya. Nabi takbir sebelum salam lalu kemudian sujud sebanyak dua kali ketika baginda masih duduk, kemudian barulah Nabi mengucapkan salam (HR. Muslim).

 

Di antara sebab-sebab melakukan sujud sahwi adalah sebagai berikut:

  1. Apabila lupa meninggalkan salah satu sunah ad’ad maka ia harus melakukan sujud sahwi sebelum salam. Misalnya  lupa tidak mengerjakan tasyahud awal dan teringat ketika dia sudah berdiri, maka dia tidak usah duduk kembali, cukup sujud sahwi. Akan tetapi, ketika sekiranya dia teringat sebelum berdiri, maka dia boleh kembali dudukdan menyempurnakan tahiyat awal tanpa melakukan sujud sahwi.
  2. Ragu-ragu dalam hal bilangan rakaat misalnya seseorang ragu apakah tiga rokaat atau empat rokaat.[4]
  3. Apabila lupa keebihan rokaat, rukuk, atau sujud dalam shalat.[5]

 

  1. Pengertian Sujud Tilawah

Diantara sunnah Rasulullah adalah sujud tilawah. Dalam penamaan sujud tilawah ini, akibat disandarkan kepada sebabnya. Karena tilawah “bacaan adalah sebabnya, sedangkan sujud adalah akibatnya. Sujud tilawah ini disyariatkan oleh Allah dan Rasulnya sebagai suatu bentuk penghambaan seorang hamba ketika membaca dan mendengar ayat-ayat Al-Qur’an, untuk mendekatkan diri kepadanya. Juga sebagai bentuk ketundukan kepada keagungannya dan kerendahan diri di sisi Nya.[6]

     Tilawah secara bahasa adalah bacaan. Jadi, yang dimaksud dengan sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan seseorang oleh seseorang yang membca atau mendengarkan bacaan ayat-ayat sajdah. Sujud tilawah dapat dilakukan pada saat salat dan di luar salat.

     Apabila seoarng imam mebaca ayat sajdah kemudian ia melakukan sujud tilawah, maka makmum juga mengikuti sujud tilawah. Akan tetapi, apabila imam tidak sujud, maka makmum tidak boleh melakukan sujud.

     Rasulullah saw . bersabda:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ عَلَيْنَا الْقُرْآنَ فَإِذَا مَرَّ بِالسَّجْدَةِ كَبَّرَ وَسَجَدَ وَسَجَدْنَا مَعَهُ   (رواه ابي داود)

Dari Ibnu ‘Umar berkata, sesungguhnya Nabi Muhammad saw pernah mebaca Al Qur’an di depan kami. Ketika bacaannya sampai pada ayat sajdah, beliau bertakbir lalu sujud, maka kamipun sujud bersama-sama beliau. (HR. Abu Dawud).

 

Di dalam Al Qur’an ada lima belas ayat sajdah, di antaranya sebagai berikut:

  1. QS. Al A’raf/7: 206

¨bÎ) tûïÏ%©!$# y‰ZÏ㠚În/u‘ Ÿw tbrçŽÉ9õ3tGó¡o„ ô`tã ¾ÏmÏ?yŠ$t7Ïã ¼çmtRqßsÎm6|¡ç„ur ¼ã&s!ur šcr߉àfó¡o„ ) ÇËÉÏÈ  

206. Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud (QS. Al A’raf /7:206).

 

 

b. QS. Ar-Ra’du/13:15

¬!ur ߉àfó¡o„ `tB ’Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚö‘F{$#ur $YãöqsÛ $döx.ur Nßgè=»n=Ïßur Íir߉äóø9$$Î/ ÉA$|¹Fy$#ur ) ÇÊÎÈ  

15. hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari. (QS. Ar-Ra’du/13:15).

 

  1. Metode Pembelajaran
  • Interactive lecturing

Ceramah diselingi dengan Tanya jawab

 

  1. Langkah-langkah pembelajaran
  1. Kegiatan Pendahuluan
  • Guru membuka dengan memberi salam dan berdo’a sebelum memulai pelajaran.
  • Guru memotivasi siswa mengenahi arti pentingnya suud

B. Kegiatan Inti

1). Eksplorasi

  • Guru menjelaskan pengertian sujud syukur, sujud ‎sahwi, dan sujud tilawah.

2).  Elaborasi

  • Siswa menelaah lebih dalam mengenai sujud syukur, sujud ‎sahwi, dan sujud tilawah.
  • Siswa berlatih membaca dalil naqli tentang sujud syukur, sujud ‎sahwi, dan sujud tilawah dengan metode .

3) Konfirmasi

  • Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
  • Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan )
  1. Kegiatan Penutup
  • bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
  • melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
  • memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
  • merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
  • menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

Al-Fauzan, Saleh, Al Mulakhkhasul Fiqhi, terj. Ahmad Ikhwani, dkk, Jakarta:Gema Insani, 2005.

Al zuhaili, Wahbah, AL Fiqh al ISlami Wa adilatuhu, Damaskus: Daar Al Fikr, 2008.

Suhadak, Muh., dkk, Pendidikan Agama Islam: penyejuk Qalbu, Jakarta: Ghalia Indonesia, 2007.

 



[1] Muh. Suhadak, dkk, Pendidikan Agama Islam: penyejuk Qalbu, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2007), hlm. 56.

[2] Muh. Suhadak, dkk, Pendidikan Agama Islam: penyejuk Qalbu, hlm. 58.

[3] Wahbah Al zuhaili, AL Fiqh al ISlami Wa adilatuhu, (Damaskus: Daar Al Fikr, 2008), hlm. 91

[4] Muh. Suhadak, dkk, Pendidikan Agama Islam: penyejuk Qalbu, hlm. 58.

[5] Muh. Suhadak, dkk, Pendidikan Agama Islam: penyejuk Qalbu, hlm. 58.

[6] Saleh Al-Fauzan, Al Mulakhkhasul Fiqhi, terj. Ahmad Ikhwani, dkk, (Jakarta:Gema Insani, 2005), hlm. 126.

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Sekolah

:

SMP 3 KUDUS

Mata Pelajaran

:

Pendidikan Agama Islam

Kelas   /Semester

:

VIII/1

Alokasi Waktu

:

2 X  40 menit ( 1 pertemuan)

Tahun Ajaran

:

2013/2014

Standar Kompetensi

:

7. Memahami macam-macam sujud

Kompetensi Dasar

:

7.1. Menjelaskan tata cara sujud syukur sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah

Indikator

:

7.1.1. Menjelaskan tata cara sujud syukur

7.1.2. Menjelaskan tata cara sujud sahwi

7.1.3. Menjeleaskan tata cara sujud tilawah

 

 

  1. Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat menjelaskan tata cara sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah.

 

  1. Materi Ajar
  1. Tata cara Sujud Syukur

Di antara tata cara melakukan sujud syukur adalah sebagai berikut.

  1. Niat untuk melakukan sujud syukur.

نَوَيْتُ سُجُودَالشُّكْرِ لِلهِ تَعَالَى

  1. Membaca takbiratul ihram seperti salat.
  2. Melakukan sujud satu kali dengan mebaca bacaan sujud syukur sebagaimana berikut.

سَجَدَوَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ

Artinya: Telah sujud wajahku kepada Allah swt. Zat yang menciptakannya (orang yang sujud), yang membentuknya, dan yang membuka pendengarannya serta penglihatannya dengan daya kekuatannya.

  1. Salam.[1]

 

  1. Tata cara Sujud Sahwi

Cara melakukan sujud sahwi adalah sebagai berikut:

  1. Setelah membaca tasyahud akhir, kemudian takbir langsung sujud dan membaca bacaan sujud sahwi.

Lafadz sujud sahwi.

سُبْحَانَ مَنْ لاَ يَنَامُ ولاَ يَسْهوْ

  1. Duduk seperti duduk di antara dua sujud.
  2. Sujud dan membaca bacaan sujud sahwi lagi.
  3. Duduk lagi dan salam.

 

  1. Tatacara Sujud Tilawah

Adapun tata cara sujud tilawah adalahebagai berikut

  1. Mengahdap kiblat
  2. Niat melakukan sujud tilawah
  3. Takbiratul Ihram
  4. Sujud dan membaca sujud tilawah
  5. Salam

 

Lafadz sujud Tilawah:

سَجَدَوَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ

Artinya: Telah sujud wajahku kepada Allah swt. Zat yang menciptakannya (orang yang sujud), yang membentuknya, dan yang membuka pendengarannya serta penglihatannya dengan daya kekuatannya.[2]

Apabila sujud tilawah dilakukan di dalam salat maka setelah membaca ayat sajdah maka langsung sujud tilawah baik itu imam atau ma’mum yang mengikuti imam.[3]

 

  1. Metode Pembelajaran
  • Every One is a teacher here
  • Seeing how it is

Menyiapkan skenario awal sampai akhir

Menunjuk siapa yang bermain

Pemeran maju kedepan

Mengungkapkan perasaan

Peserta didik bertanya atau menanggapi

 

  1. Langkah-langkah pembelajaran
  1. Kegiatan Pendahuluan
  • Guru membuka dengan memberi salam dan berdo’a sebelum memulai pelajaran.
  • Guru memotivasi siswa mengenai arti pentingnya tatacara sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah..

B. Kegiatan Inti

1). Eksplorasi

  • Guru menjelaskan langkah-langkah kegiatan dan tugas yang harus dilakukan siswa.

2).  Elaborasi                                                      

  • Siswa berdiskusi untuk mencari dan mengkaji tata cara sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah.

3) Konfirmasi

  • Siswa melaporkan hasilnya.
  • Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa.
  • Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan.

C.Kegiatan Penutup

  • bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
  • melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
  • memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
  • merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
  • menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

 

Al-Fauzan, Saleh, Al Mulakhkhasul Fiqhi, terj. Ahmad Ikhwani, dkk, Jakarta:Gema Insani, 2005.

Muh. Suhadak, dkk, Pendidikan Agama Islam: penyejuk Qalbu, Jakarta: Ghalia Indonesia, 2007.



[1] Muh. Suhadak, dkk, Pendidikan Agama Islam: penyejuk Qalbu, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2007), hlm. 57.

[2] Muh. Suhadak, dkk, Pendidikan Agama Islam: penyejuk Qalbu,hlm. 58.

[3] Saleh Al-Fauzan, Al Mulakhkhasul Fiqhi, terj. Ahmad Ikhwani, dkk, (Jakarta:Gema Insani, 2005), hlm. 127.

 



Dikirim pada 15 Juni 2013 di My Duty
comments powered by Disqus
Profile

“ Haji/Hajjah Manarul Lubab ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 8.467 kali


connect with ABATASA